meet the onyeters

Stand your ground!!!!!!!!

  • Batagor
  • Matinya idealisme dari seorang intelektualis

    Ditulis oleh onyetaz di/pada Agustus 22, 2008

    Saya berpandapat bahwa dia hanya berbicara pembenaran, dalam setiap perkataannya tadi malam. Pemikirannya pudar tergerus kepentingan, mungkin kekayaan yang menuntunnya demikian. Seorang intelektual harus berkata objektif dan jauh dari situasi pembenaran karena dia harus mempertahankan suatu kebenaran dalam kondisi keilmuan. Sistematis, logis objektif dan rasional, bukannya statement personal yang berdasarkan keegoisan. Sebelumnya dia selalu mengkritisi, dan menggerogoti pemerintah yang dianggapnya tidak benar, tapi kini ia mencoba berevolusi menjadi sedikit tidak benar dan sangat memungkinkan sekali untuk menjadi sangat tidak benar.

    Kejeniusan intelektual harusnya digunakan untuk memberikan segenap sumbangsih terhadap bangsa yang tidak hanya berupa konsep belaka, tetapi suatu solusi yang aplikatif dan bisa membangun negeri kita.

    Perjuangan melalui tinta memang tidak akan bisa menciptakan perubahan, mungkin karena itu mereka berpikir harus masuk ke dalam sistem agar bisa merubahnya dari dalam. Akan tetapi kenyataannya kebanyakan mereka tenggelam dalam kenikmatan dunia politis fantastis dengan sejuta bisnis.

    Buktikan jika kau memang tidak akan terbawa arus… !!!

    Dedicated to IJP

    3 Tanggapan ke “Matinya idealisme dari seorang intelektualis”

    1. Donny Reza berkata

      hehe, lagi ngomongin siapa sih? :D
      Yah, idealis emang sering bertransformasi jadi seorang pragmatis kalau kenal dengan yang namanya duit… atau kekuasaan :D

    2. Ery berkata

      Solusi yang anda lakukan Apa?
      Jangan Sampai Anda mengkritik karena ketakmampuan anda untuk berbuat, Saya mengkritik anda bukan berarti saya sepakat dengan mereka yang tenggelam dalam kenikmatan dunia politis. Namun, menurut saya tulisan apresiasif yang anda tuliskan hanya sebuah apology dari katakmampuan anda. Saya sepakat bahwa sebuah konsep mestilah sistematis, logis objektif dan rasional, bukannya statement personal yang berdasarkan keegoisan. Coba bangkit dan belajar kawan, Supaya kedepan celotehan-celotehan anda dapat berifat ilmiah hingga melahirkan sebuah konsep. Diam bukan tertindas, ketika Anda berbuat lantas tak menghasilkan sebuah solusi. Tapi dalam diam kita tertindas jika kita hanya menjadi saksi bisu dalam menhadapi realitas.

    3. onyetaz berkata

      @donny
      yah… mudah-mudahan buat yang ini gak begitu…

      @ery
      lah… berani komen kok, tak meninggalkan identitas jelas… kenapa bung??
      bung kau tau ilmiah itu apa???? da saya mah emang tidak menyatakan… celotehan saya ilmiah…
      da nu ilmiah mah kudu memenuhi kaidah keilmuan, ini mah cuma retoris bung!!!

    Tinggalkan Balasan

    XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>